Jumat, 16 Mei 2014


Rekonsiliasi bank 
      Rekonsiliasi bank adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk merukunkan catatan kas di perusahaan dengan catatan dalam rekening koran, agar dapat diketahui transaksi-transaksi dicatat oleh perusahaan tetapi belum dicatat oleh bank atau sebaliknya sehingga dapat diketahui penyebab terjadinya perbedaan saldo kas.
-Transaksi yang mempengaruhi saldo rekening koran :
1)    Simpanan/setoran dalam proses (deposit in transit)
2)   Cek dalam peredaran (outstanding cheks)
3)   Uang tunai yang tidak/belum disetorkan ke bank
4)   Kesalahan dalam pencatatan yang dilakukan oleh bank
-Transaksi yang mempengaruhi saldo kas perusahaan :
1)    Adanya hasil inkaso transfer bank
2)   Cek kosong/cek tidak cukup dana
3)   Cek ditempat (counter check)
4)   Jasa giro
5)   Biaya bank (biaya administrasi,biaya inkaso/penagihan,dll)
6)   Kesalahan pencatatan yang dilakukan perusahaan
-Bentuk rekonsilisasi bank
1)    Rekonsiliasi saldo menurut bank dan saldo menurut perusahaan ke arah saldo yang benar.
2)   Rekonsiliasi saldo menurut bank ke arah saldo menurut catatan perusahaan.
-Prosedur rekonsiliasi bank
1)    Penghitungan selisih saldo kas
Dokumen yang dibutuhkan :
·         Jurnal penerimaan kas
·         Jurnal pengeluaran kas
·         Rekening koran
·         Bukti setoran ke bank
·         Bukti penerimaan dan pengeluaran kas
2)   Identifikasi penyebab perbedaan saldo kas
3)   Penyusunan laporan rekonsiliasi bank

Rekening koran
       Rekening koran = Rekening giro
-Rekening koran memuat informasi tentang :
1)    Saldo awal
2)   Setoran-setoran dari perusahaan baik uang tunai maupun cek dari pihak lain
3)   Cek yang ditarik perusahaan untuk di uangkan
4)   Jasa giro (bunga)
5)   Biaya administrasi bank yang dibebankan kepada perusahaan
6)   Saldo akhir

Minggu, 04 Mei 2014

AKUNTANSI DAN OPERASI BISNIS



Peranan akuntansi sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan ekonomi dan keuangan semakian didasari oleh semua pihak yang berkepentingan. Bahkan organisasi pemerintahan pun, sekarang ini sedanga berupaya untuk menerapkan konsep-konsep akuntansi pada pola manajemenya untuk tujuan petanggung jawaban kegiatan. Itulah sebabnya, akuntansi semakin banyak dipelajari diberbagai lapisan masyarakat mulai dari siswa sekolah dipendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi.
Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar informasi yang diperlukan para manajer modern adalah informasi akuntansi. Oleh karena itu, para manajer dituntut untuk memiliki kemampuan menganalisis dan menggunakan data akuntansi yang dapat memberikan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam pengambilan keputusan ekonomi.
A.            Pengertian Dan Tujuan Akuntansi.
Akuntansi sering disebut sebagai bahasa bisnis(business languange), atau lebih tepatnya sebagai bahasa pengambilan keputusan. Semakin seseorang manguasai bahasa ini, maka akan semakin baik pila orang itu menagani barbagia aspek kauangan dalam kehidupannya.
Definisi akuntasi dapat dirumuskan melalui 2 pandangan, yakni definisidari dari sudut pandang pengguna jasa akuntansi dan proses kegiatannya.
Apabila ditinjau dari sudut pandang jasa akuntansi, akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu disiplin ilmu dan atau aktivitas jasa yang manyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan suatu entitas atau transaksi yang bersifat kauangan (finencial).
Kegunaan informasi akuntansi adalah untuk:
1.         Membuat  perencanaan yang efektif, sekaligus mangadakan pengawasan, serta pengambilan keputusan ekonomi yang tepat oleh manajemen;
2.         Pertanggung jawaban entitas kepada para investor, kreditor, pemerintah, dan sebagainya.
Jika ditinjau dari sudut pandang proses kegiatannya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai proses pencatata, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisaan data keuangan suatu entitas. Dari sini bisa dilihat, bahwa akuntansi merupakan kegiatan yang kompleks, menyangkut berbagai macam kegiatan, sehingga pada dasarnya akuntansi harus:
1.        Mangidentifikasikan data mana yang baerkaitan atau relevan dengan keputusan yang akan diambil;
2.        Memproses atau menganalisis data yang relevan;
3.        mangubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.
Dari definisi diatas, secara sederhana kita dapat menjelaskan bahwa akuntansi dapat manghasilkan informasi yang digunakan manajer untuk menjelaskan perasi perusahaan. Akuntasi juga memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahui kinerja kauangan dan kondisi perusahaan.
B.             Peranaan akuntasi dalam perusahaan dan penggunaan akuntansi
Pihak-pihak yang berkepentingan manggunakan laporan akuntasi sebagai sumber informasi utama untuk pengambilan keputusan. Informasi-informasi tersebut ditampung menjadi satu, dianalisis dan pada akhirnya dipakai sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Secara garis besar, pihak-pihak yang melakukan informasi akuntansi adalah:
1.        Manajer seorang manajer perusahaan memerlukan informasi akuntansi untuk mengevaluasi kemajuan yang dicapai perusahaan, serta melakukan tindakan koreksi yang diperlukan.
2.        Investor para investor angat memerlukan data akuntansi suatu organisasi untuk manganalisis perkembangan organisasi yang bersangkutan. Investor telah melakukan penanaman modal pada suatu usaha, dengan tujuan untuk mendapatkan hasil. Sehingga, investor harus melakukan analisis laporan laporan keuangan perusahaan yang akan dipilihnya untuk suntik dana investor.
3.        Kreditor kreditor berkepentingan dengan data akuntansi, karena kreditor berkepentingan untuk pemberian kredit kepada calon nasabahnya. Nasabah yang dipilih kreditor adalah nasabah yang mampu mengembalikan pokok pinjaman beserta bunganya pada waktu yang tepat. Oleh karena kreditor sangat berkepentingan dengan laporan keuangan calon nasabah dan nasabahnya.
4.        Intansi pemerintah intansi pemerintaha sangat berkepentingan dangan informasi akuntansi. Dari informasi keuangan suatu organisasi,pemerintahan akan dapat menetapkan besarnya pajak yang dibayar oleh organisasi yang bersangkutan.
5.        Organisasi nirlaba meski organisasi nirlaba bertujuan tidak untukmencari laba, organisasi ini masih sangat memerlukan informasi keuangan untuk tujuan penyusunan anggaran, membayar karyawan dan membayar beban-bebanyang lain.
6.        Pemakaina lainnya informasi akuntansi juga diperlukan oleh organisasi lainnya seperti organisasi buruh, yang memerlukan informasi akuntansi untuk mengajukan kenaikan gaji, tunjangan –tunjangan, serta mengatahui kamajuan perusahaan dimana mereka bekerja.
C.             Profesi Akuntansi
Secara garis besar, akuntansi dibedakan menjadi 2 bidang yaitu akuntansi publik, dan akuntansi intern (akuntansi swasta)
Akuntansi berkenaan dengan pelayanan jasa akuntansi bagi masyarakat. Akuntan yang berprofesi pada akuntansi publik disebut sebagai akuntan publikdan mereka akan medapatkan fee dari pengguna jasanya. Jenis pekerjaan yang biasa dilakukan akuntan publik meliputi pemeriksaan laporan keuangan, bantuan dibidang pekerjaan, sistem informasi akuntansi ataupun konsultasi manajemen. Untuk dapat menjadi akuntan publik bersertifikat (Certified Public Accountants= CPA) ada persyaratan khusus yang harus ditempuh oleh akuntan. Organisasi profesi akuntan di indonesia disebut ikatan akuntan indonesia.
Sedangkan, dalam akuntansi internal, para akuntan akan bekerja pada sebuah perusahaan. Akuntansi intern disebut juga akuntansi swasta. Para akuntan yang berkecimpung dalam akuntansi intern ini dikatakan berperofesi sebagai akuntan intern atau akuntan swasta atau akuntan manajemen. Jasa yang diberikan oleh para akuntan dalam sebuah perusahaan meliputi pekerjaan-pekerjaan sebagai:
a)        Controller;
b)        Bookkeeper (pemegang buku);
c)         Cost accountant (akuntan industri atau akuntan biaya);
d)        Internal auditor (pemeriksa intern);
e)        Tax specialist;
f)          Dan akuntan penyusun anggaran
D.            Bidang-Bidang Sepesialisasi Akuntansi
1.        Akuntansi keuanga disebit juga akuntansi umum (general accounting). Informasi yang disajikan dari akuntansi keuangan berupalaporan keuangan, yang penggunaannya adalah pengambilan keputusan dari pihak luar perusahaan. Informasi yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan bersifat umum untuk barbagia pengguna. Kelompok pengguna yang biasanya memerlukan informasi akuntansi keuangan adalah:
a.         Pemilik perusahaan, menggunakan informasi keuangan ini untuk pengambilan keputusan apakan meraka akan tetap bertahan pada pemilikan perusahaan tersebut atau harus melepaskan kepemilikan dalam perusahaan.
b.         Kreditor perusahaan, menggunakan informasi keuangan ini untuk pengembilan keputusan apakah pihaknya akan memperpanjang pemberian kredit perusahaan tersebut atau menolaknya.
c.         Pemrintahan, menggunakan informasi ini sebagai dasr penetapan besarnya pajak, dsb.
d.         Karyawan memerlukan informasi keuangan ini untuk melakukan negosiasi dengan perusahaan dalam hal kontrak dan sebagai keputusan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.
e.         Pelanggan perusahaan menggunakan informasi keuangan ini untuk pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kerjasama dengan perusahaan.
2.        Akuntan biaya (cost accounting), pengnggaran masuk dalam kelompok akuntansi manajemen. Manajemen perusahaan harus menyediakan berbagi informasi untuk mencapai sasaran. Kategori utama dari informasi yang diperlukan adalah untuk perencanaan dan pengendalian perusahaan yang bersifat harian. Manajemen harus mengetahui apa yang terjadi di perusahaan dan dilingkunganya pada saat sekarang dan apakah oprsai perusahaan bisa berjalan dengan lancar sebagi mana yang diinginkan yang dibutuhkan manajemen adalah untuk perencanaan jangka penjang.
3.        Akuntansi manajemen meliputi tiga fungsi yaitu pemilihan dan pencatatan data, analisis data, dan menyiapkan laporan bagi manajemen. Ketiga fungsi ini nampak dalam sekema sebagi berikut:

4.         Akuntansi pemeriksa (Auditing), adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan kegiatan pemerikasaan terhadap catatan hasil kegiatan akuntansi keuangan yang bersifat pengujian atas kelayakan laporan keuangan secara babas ( independen/ tidak berpihak) dan objektif.
5.         Akuntansi perpajakan (tax accounting), bidang akuntansi perpajakan berhubungan dengan penentuan objek pajak yang menjadi tanggung perusahaan serta perhitungannya. Kagiatan akuntansi perpajakan adalah membantu manajemen dalam menentukan pilihan-pilihan transaksi yang akan dilakukan sehubungan dengan pertimbangan perpajakan.
6.         Akun tansi anggran (budgetary accounting), bidang  kegiatan akuntansi anggaran berhubungan dengan pengumpulan dan pengolahan data opreasi keuangan yang sudah terjadi serta taksiran kemungkinan yang akan terjadi, untuk kepentingan penetapan rencana operasi keuangan perusahaan (anggaran) dalam suatu periode tertentu
7.         Akuntansi pemerikasaan (governmental accouting), adalah bidang akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan masalah pemeriksaan keuangan negara lazim disebut administrasi keuangan negara.
E.              Jenis-jenis Perusahaan
Dalam praktik dan kehidupan sehari-hari, banyak jenis perusahaan yang ada di indonesia. Sacara umum, perusahaan adalah suatu organisasi yang memanfaatkan sumber daya (input) sperti bahan baku, tenaga kerja untuk diproses dalam menghasilkan barang atau jasa (output) bagi pelanggan. Ukuran perusahaanpun juga sangat bervariasi, ada yang kecil hingga perusaan raksasa.
Tujuan dari kebanyakan perusahaan adala untuk memaksimalkan laba. Laba adalah selisih antara jumlah yang diterima dari pelanggan atas barang atau jasa yang dihasilkan dengan jumlah yang dikeluarkan untuk membeli sumberdaya dalam menghasilkan barang atau jasa tersebut. Namun ada juga perusahaan yang bertujuan tidak semata-mata karena laba yang disebut disebut sebagai perusahaan nirlaba.
Terdapat 3(tiga) jenis perusahaan yang beroprasi untuk menghasilkan laba, yaitu perusahaan manufaktur perusahaan dagan, dan perusahaan jasa. Setipa jenis perusahaan memiliki karakteristik tersendiri. Karakteristik perusahaan tersebut adalah sebagai berikut:
1.         Perusahaan manufaktur
Perusahaan ini mengubah input dasar menjadi produk jasa yang akan dijual kepada masing-masing pelanggan. Contoh perusahaan yang tergolong perusahaan manufaktur, seperti PT Garuda Garam dengan produk utamanya adalah rokok, PT Unilever yang menghasilkan barang-barang konsumsi, seperti pasta gigi, sabun mandi, dan sebagainya.
2.         Perusahaan dagang
Perusahaan ini juga menjual produk ke pelanggan, tetapi perusahaan ini tidak memproduksi sendiri barang yang akan dijual. Perusahaan membeli dari perusahaan lain barang yang akan dijualnya. Contoh perusahaan dagang adalah Alfamart, Alfa, Hero, dan sebagainya.
3.         Perusahaan jasa
Perusahaan ini menghasilkan jasa, bukan barang atau produk yang kasat mata. Contoh perusahaan ini adalah Hotel Sartika, Biro Perjalanan Shafira, dan sebagainya.

F.              Jenis-jenis Organisasi Perusahaan.
Hampir semua organisasi memerlukan akuntansi. Dalam hal tertentu, prosedur akuntansi  dapat tergantung pada bentuk organisasi. Oleh karena itu, sebelum membahas tentang meteri akuntansi yang lebih jauh, perlu bagi kita untuk mengenal bentuk organisasi atau perusahaan.
Umumnya terdapat tiga bentuk perusahaan yang berbeda, yaitu perusahaan perorangan, perusahaan persekutuan, dan perusahaan perseroan. Masing-masing bentuk perusahaan ini memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing. Jenis-jenis perusahaan meliputi:
1.         Perusahaan perseorangan
Perusahaan perseorangan dimiliki oleh individu, pemilik tunggal. Bentuk ini mudah pengelolahannya, biasanya juga tidak terlalu mahal. Kelemahan utama bentuk perusahaan ini adalah sumberdaya keuangan yang terbatas pada harta milik pribadi.
2.         Perusahaan persekutuan
Perusahaan persekutuan dimiliki oleh dua atau lebih individu, masing-masing pemilik menyetorkan modalnya keperusahaan untuk bekerja secara bersama-sama. Sumber daya keuangan tidak hanya berasal pada satu orang saja, tetapi berasal dari beberapa pemilik perusahaan.
3.         Perusahaan perseroan
Perusahaan perseroan sering disebut juga koperasi. Perusahaan ini dibentuk berdasarkan peraturan pemerintahan sebagi suatu badan hukum. Biasanya modalnya terdiri dari saham-saham, yang diterbitkan oleh koperasi tersebut dan dijual kepada masyarakat yang berminat. Keunggulan utama bentuk perusahaan koperasi adalah kamampuan untuk mendapat sejumlah sumberdaya keuangan dengan cara menerbitkan saham tersebut. Sehingga pemegang saham perusahaan ini nisa perorangan, atau individu yang membeli saham perusahaan ini